Fitch: Bea Ekspor Pertambangan Tingkatkan Risiko Profil Kredit
Redaksi
20 April 2026 14:44

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana pemerintah menerapkan bea ekspor produk pertambangan sebagai optimalisasi penerimaan negara dari kenaikan harga komoditas berisiko membebani serta meningkatkan profil risiko kredit di sektor pertambangan tanah air.
Berdasarkan Laporan Fitch Ratings, Senin (20/4/2026), perubahan kebijakan ini akan berdampak, meski tidak merata, terhadap semua segmen rantai nilai pertambangan. Seperti penambang batu bara, kontraktor tambang, hingga pengolahan nikel di hilir.
Sementara di sektor batu bara, kebijakan ini berpotensi menekan kinerja keuangan pelaku di sisi hulu. "Rencana penerapan bea ekspor akan menggerus margin, sementara pengetatan kuota produksi membatasi volume dan arus kas," sebut Fitch Ratings dalam catatannya.
Dengan begitu, kontraktor tambang juga ikut terdampak secara tidak langsung. Fitch menilai aktivitas operasional seperti pengupasan lapisan tanah berpotensi menurun, tergantung pada skema kontrak dan strategi produksi masing-masing penambang.
Ketidakpastian kebijakan ini mulai tercermin dalam data volume ekspor batu bara yang menurun 7% secara tahunan pada dua bulan pertama di tahun ini. Hal ini terjadi lantaran sejumlah produsen menahan produksi dan menghentikan penjualan spot akibat molornya persetujuan kuota.































