Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah China berupaya memanfaatkan batu bara domestik yang murah untuk membatasi ketergantungannya pada impor gas alam atau liquefied natural gas (LNG). 

Kebutuhan itu telah meningkat dekade ini karena sanksi dan proteksionisme telah mengganggu aliran energi global.

Hal ini menjadi sangat akut dalam beberapa pekan terakhir, setelah perang dengan Iran mengganggu pengiriman dari produsen gas utama di Timur Tengah.

Datang tidak menanggapi permintaan komentar melalui email mengenai jadwal dan prospek proyek Fuxin.

Proyek pembangunan senilai 25 miliar yuan (US$3,7 miliar) ini mulai dibangun pada 2011, tetapi kemudian dihentikan pada 2014 karena kombinasi tantangan logistik dan teknis, kekhawatiran lingkungan, dan kondisi pasar yang tidak menguntungkan.

Proyek Dihentikan

Industri gasifikasi batu bara ini telah menemukan momentum baru berkat kelebihan pasokan batu  bara di China dan harga gas yang tinggi.

Investor utama lainnya dalam teknologi ini termasuk dua perusahaan tambang batubara terbesar di negara itu, China Energy Investment Corp. dan China National Coal Group, serta perusahaan minyak dan gas besar Sinopec Group dan China National Offshore Oil Corp.

Negara ini memiliki 13 proyek baru yang sedang dibangun atau direncanakan. Pembangunan pabrik dapat memakan waktu hingga lima tahun, tetapi jalur pipa ini berpotensi meningkatkan produksi gas sintetis hampir tujuh kali lipat menjadi lebih dari 52 miliar meter kubik per tahun, atau 12% dari pasokan nasional, menurut perusahaan konsultan China OilChem.

“China mulai merencanakan proyek-proyek berbasis batubara tersebut jauh sebelum perang Timur Tengah,” kata analis OilChem, Wang Haohao.

“Peningkatan profitabilitas mendorong investor untuk mempercepat pembangunan.”

Masih ada kesenjangan besar yang perlu diisi. Proyek-proyek China, termasuk Fuxin, seharusnya mampu menghasilkan 12 miliar meter kubik (bcm) pada akhir tahun, menurut OilChem. Qatar, sumber gas terbesar China di Timur Tengah, memasok 28 bcm pada tahun 2025.

Teknologi ini juga melayani kebutuhan politik China. Rencana lima tahun terbaru Beijing menyerukan lebih banyak pengembangan di wilayah terpencil yang kaya energi seperti Xinjiang di ujung barat, yang merupakan rumah bagi sebagian besar proyek konversi batu bara menjadi gas yang baru.

Batu bara Xinjiang sangat murah, yang berarti keuntungan besar setelah diubah menjadi gas dan disalurkan ke pelanggan di timur.

BloombergNEF memperkirakan biaya produksi di wilayah tersebut akan mencapai US$5 hingga US$9 per juta British thermal units (BMTU). Harga spot LNG  yang diangkut melalui laut di Asia telah melonjak hingga US$25 per juta BMTU karena perang, meskipun sejak itu telah turun ke kisaran belasan dolar.

BNEF mengatakan Xinjiang dapat menghasilkan 8 miliar meter kubik gas per tahun pada 2028, dua kali lipat kapasitas nasional saat ini.

(bbn)

No more pages