Waller The Fed Waspadai Dampak Perang Iran terhadap Suku Bunga
News
18 April 2026 08:30

Enda Curran - Bloomberg News
Bloomberg, Deputi Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller,menyatakan sikap hati-hati terkait perlunya pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh guncangan energi yang dipicu oleh perang di Iran. Ia juga memperingatkan adanya risiko dampak inflasi yang berkepanjangan akibat konflik tersebut.
Dalam pidatonya pada Jumat (17/4), Waller memaparkan dua skenario utama mengenai bagaimana perang Iran serta dampaknya terhadap harga energi dan komoditas akan memandu pendekatannya terhadap kebijakan moneter.
Dalam skenario pertama, Waller menjelaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz dan kembalinya arus perdagangan ke level normal akan memungkinkan para pejabat bank sentral untuk mengabaikan lonjakan harga energi sesaat. Hal ini membuat mereka bisa lebih fokus pada kondisi pasar tenaga kerja yang melesu di akhir tahun nanti.
Jika hal itu terjadi, "Saya melihat proyeksi di mana inflasi inti akan terus bergerak menuju target 2%. Kondisi ini membuat saya berhati-hati untuk memangkas suku bunga sekarang, dan lebih condong melakukan pemangkasan untuk mendukung pasar tenaga kerja akhir tahun ini saat prospek ekonomi sudah lebih stabil," ujar Waller di Auburn University.

































