Pekan ini, beberapa petinggi Republik—termasuk Pemimpin Mayoritas Senat John Thune—telah mendesak Trump untuk segera menyusun rencana pengakhiran perang. Mereka menyoroti dampak buruk penutupan Selat Hormuz terhadap konsumen dan sektor pertanian.
Senator Thom Tillis dari North Carolina, yang akan segera pensiun, juga menyatakan kepada wartawan bahwa dirinya menuntut jawaban lebih jelas dari pemerintah mengenai arah kebijakan ke depan.
Namun, suara di internal Republik tidaklah seragam. Sebagian pihak tetap bersikeras agar Presiden "menyelesaikan tugasnya" hingga tuntas guna memastikan Iran tidak memiliki kemampuan untuk membangun senjata nuklir.
Di sisi lain, pemerintah diperkirakan akan mengajukan permintaan dana perang tambahan serta paket belanja pertahanan senilai USD 350 miliar dalam anggaran mendatang. Namun, langkah ini pun diprediksi akan menemui jalan terjal.
Senator Republik John Curtis dari Utah, misalnya, telah memberikan peringatan keras. Ia menegaskan tidak akan memberikan suara untuk mendanai perang sampai Kongres mengesahkan undang-undang yang secara resmi memberikan otoritas atas perang tersebut.
(bbn)



























