"Bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berada di pihak mereka yang menghunus pedang?" ujar Vance.
"Sama halnya dengan pentingnya bagi seorang Wakil Presiden Amerika Serikat untuk berhati-hati saat berbicara mengenai kebijakan publik, saya pikir sangat, sangat penting bagi Paus untuk berhati-hati saat berbicara mengenai masalah teologi," lanjut Vance. "Anda harus memastikan bahwa itu berlandaskan pada kebenaran."
Komentar Vance ini menyusul serangan tajam dari Presiden Donald Trump, yang menyebut Paus kelahiran AS tersebut "lemah terhadap kejahatan" menanggapi pernyataan sang Pontifex. Trump bahkan sempat mengunggah gambar yang menggambarkan dirinya sebagai sosok menyerupai Kristus di media sosial sebelum akhirnya dihapus.
Perselisihan antara Paus dan Presiden ini menempatkan Vance dalam posisi yang sulit sebagai salah satu tokoh Katolik paling terkemuka di AS. Vance, yang merupakan seorang mualaf Katolik, saat ini juga sedang dalam proses menerbitkan sebuah buku mengenai perjalanan imannya.
(bbn)






























