Logo Bloomberg Technoz

Negosiasi AS-Iran Diprediksi Makan Waktu, Dunia Desak Jeda Perang

News
17 April 2026 07:15

Asap mengepul dari lokasi serangan Iran di Dubai pada 1 Maret.Fotografer: Fadel Senna/AFP/Getty Images/Bloomberg Businesswek
Asap mengepul dari lokasi serangan Iran di Dubai pada 1 Maret.Fotografer: Fadel Senna/AFP/Getty Images/Bloomberg Businesswek

Alberto Nardelli dan Sam Dagher - Bloomberg News

Bloomberg, Sejumlah pemimpin negara Arab di Teluk dan Eropa meyakini bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk dirampungkan. Oleh karena itu, mereka mendesak kedua pihak yang bertikai untuk memperpanjang gencatan senjata selama periode tersebut.

Para pemimpin tersebut juga menuntut pembukaan segera Selat Hormuz yang vital untuk memulihkan aliran energi global. Menurut pejabat yang mengetahui masalah ini, mereka memperingatkan secara tertutup bahwa krisis pangan global dapat pecah jika jalur tersebut tidak segera dibuka bulan depan.


Harga energi diprediksi akan melonjak lebih tinggi jika perang terus berlanjut. Menyusul kabar ini, harga minyak mentah jenis Brent terpantau naik sekitar 4,5% hari ini ke level di atas US$99 per barel.

Negara-negara Teluk meyakini bahwa ambisi Iran untuk membangun senjata nuklir tidak berubah, bahkan setelah pemboman besar-besaran oleh AS dan Israel. Karena itu, mereka berpendapat bahwa kesepakatan damai harus mencakup larangan bagi Iran untuk memperkaya uranium atau memiliki rudal balistik jarak jauh.