Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Memerah, Investor Tunggu Kepastian Damai AS-Iran

News
17 April 2026 08:30

Bursa Asia (Sumber: Bloomberg)
Bursa Asia (Sumber: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (17/4) setelah para investor memilih untuk mengurangi posisi mereka menjelang akhir pekan. Pelaku pasar kini menunggu perkembangan terbaru terkait perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, setelah sebelumnya pasar sempat menguat karena ekspektasi perdamaian.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,4%, memutus tren penguatan yang telah berlangsung selama tiga hari. Penutupan pekan yang hati-hati ini terjadi setelah reli 10 hari pada ekuitas global yang sempat mendorong pasar ke rekor tertinggi, di mana para trader bertaruh bahwa meredanya ketegangan akan menurunkan harga minyak dan menyokong pertumbuhan ekonomi. Di Wall Street, indeks utama juga sempat ditutup pada level tertinggi sepanjang masa untuk hari kedua berturut-turut.


Harga minyak mentah acuan global, Brent, turun 1,3% ke level US$98,14 per barel setelah Donald Trump menyatakan optimismenya untuk mengamankan gencatan senjata permanen dengan Iran. Sementara itu, harga emas bergerak naik tipis, dan obligasi pemerintah AS (Treasury) tidak banyak berubah.

Investor kini menantikan kemajuan nyata dalam pembicaraan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Pembukaan jalur ini sangat krusial untuk melancarkan kembali aliran minyak mentah dan mengurangi tekanan ekonomi global yang melonjak sejak konflik pecah pada akhir Februari. Meski harga minyak mulai melandai dan saham sempat mencetak rekor, para ekonom memperingatkan bahwa pasar mungkin masih meremehkan dampak ekonomi jangka panjang dari konflik ini.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)