Logo Bloomberg Technoz

Gegara Perang Iran, Asia Kini Gamang Soal Prospek Investasi LNG

News
17 April 2026 10:50

Sebuah truk tangki LNG di dekat tangki penyimpanan di terminal gas alam cair (LNG)./Bloomberg-Chris Ratcliffe
Sebuah truk tangki LNG di dekat tangki penyimpanan di terminal gas alam cair (LNG)./Bloomberg-Chris Ratcliffe

Stephen Stapczynski, Ruth Liao, dan Priscila Azevedo Rocha - Bloomberg News

Bloomberg, Gelombang pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) baru yang memecahkan rekor di Asia pada awalnya dimaksudkan untuk mengantarkan periode harga yang lebih rendah dalam jangka waktu yang lama. 

Pemerintah di Asia—mulai dari India hingga Asia Tenggara — menyusun strategi energi yang memungkinkan mereka untuk menggunakan surplus tersebut guna mengurangi ketergantungan yang besar pada batu bara.


Namun, setelah tujuh pekan perang di Timur Tengah yang menyebabkan krisis energi terburuk di dunia, asumsi-asumsi tersebut kini tampak seperti angan-angan belaka.

Hampir tertutupnya Selat Hormuz dan kerusakan serius yang dialami pabrik ekspor LNG Qatar telah menaikkan harga gas alam dan membuat para pembeli berebut alternatif.