Logo Bloomberg Technoz

“Dapat kami sampaikan untuk outlook produksi tahun 2026 sesuai dengan RKAB 2026 di mana Antam menetapkan target produksi yang prudent dan selaras dengan RKAB,” kata Untung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi XII, dikutip Selasa (14/4/2026).

Tumpukan penyimpanan batu bauksit./Bloomberg-Nick Paleologo

Target Tambang

Dalam bahan paparan yang ditayangkan, diungkapkan bahwa produksi bijih nikel Antam sebanyak 18,1 juta ton tahun ini terbagi atas beberapa target produksi tambang nikel perseroan.

Pertama, produksi dari Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka pada tahun ini ditargetkan mencapai 2.954.610 wmt. Lalu, target produksi dari UBPN Konawe Utara ditargetkan sebanyak 3.441.994.

Selanjutnya, target produksi dari UBPN Maluku Utara ditargetkan 1.645.444 wmt. Lalu, target produksi bijih nikel dari PT Sumber Daya Arindo (SDA) mencapai 2.839.023 wmt.

Kemudian, target produksi bijih nikel Antam dari PT Nusa Karya Arindo (NKA) dicanangkan sebesar 4 juta wmt. Terakhir, target produksi bijih nikel dari PT Gag Nikel direncanakan sebesar 3.267.000 wmt.

Sebelumnya, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mengumumkan telah menerbitkan RKAB nikel periode 2026 pada Selasa (10/2/2026). Kuota produksi bijih nikel yang disetujui berada di rentang 260 juta ton sampai 270 juta ton.

Kuota itu merosot lebar jika dibandingkan dengan target produksi pada RKAB tahun sebelumnya sebesar 379 juta ton. Sekadar catatan, Antam sebelumnya mengonfirmasi telah menerima persetujuan RKAB 2026 dari Kementerian ESDM.

Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Haryanto menyatakan perusahaan sedang melakukan pembahasan dan penyesuaian internal untuk memastikan implementasi RKAB tahun ini berjalan selaras dengan rencana operasional perseroan.

“Persetujuan ini menjadi landasan penting dalam menjaga kepastian operasional perusahaan serta keberlanjutan kontribusi Antam dalam mendukung kebijakan strategis nasional di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral,” kata Wisnu ketika dihubungi, Rabu (28/1/2026).

Dia memastikan perusahaan akan melanjutkan kegiatan operasional dan produksi sesuai dengan persetujuan yang diberikan.

Akan tetapi, Wisnu enggan mengungkapkan besaran kuota produksi dan daftar tambang Antam yang telah mendapat persetujuan RKAB.

Berdasarkan data laporan keuangan Antam 2024, berikut daftar tambang yang dimiliki dan terafiliasi dengan Antam:

  • PT Pongkeru Mineral Utama – Eksplorasi dan operator tambang nikel. Kepemilikan Antam 55%
  • PT Sumberdaya Arindo – Tambang nikel. Kepemilikan Antam 51%
  • PT Dwimitra Enggang Khatulistiwa – Eksplorasi dan operator pertambangan. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Cibaliung Sumberdaya – Tambang emas (pascatambang). Kepemilikan Antam 100%
  • PT Nusa Karya Arindo - Tambang nikel. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Mega Citra Utama -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Borneo Edo International  -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Dwimitra Enggang Khatulistiwa -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%

Entitas asosiasi:

  • PT Gag Nikel – Tambang nikel di Pulau Gag, Papua Barat Daya. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Nusa Halmahera Minerals – Tambang emas bawah tanah di Halmahera Utara. Kepemilikan Antam 25%
  • PT Weda Bay Nickel – Tambang nikel dan kobalt di Teluk Weda, Maluku Utara. Kepemilikan Antam 10%
  • PT Nikel Halmahera Timur – Tambang nikel di Maluku Utara. Kepemilikan Antam 50%
  • PT Gunung Kendaik – Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Borneo Alumina Indonesia – Tambang bauksit terintegrasi dengan proyek SGAR. Kepemilikan Antam 40%
  • PT Sumbawa Timur Mining – Tambang emas. Kepemilikan Antam 20%
  • PT Pelsart Tambang Kencana – Tambang emas. Kepemilikan Antam 15%
  • PT Sorikmas Mining – Tambang emas. Kepemilikan Antam 25%
  • PT Gorontalo Minerals – Tambang emas. Kepemilikan Antam 25%
  • PT Citra Tobindo Sukses Perkasa – Tambang batu bara. Kepemilikan Antam 100%

(azr/wdh)

No more pages