Logo Bloomberg Technoz

Ruang kenaikan harga saham BBRI pun masih sangat terbuka lebar. Konsensus pasar versi Bloomberg yang melibatkan 36 analis memasang target harga saham BBRI untuk 12 bulan ke depan mencapai Rp4.422/saham. Berarti, ada peluang ‘cuan’ hingga 30% dari posisi hari ini.

Dari 36 analis unggulan pasar modal tersebut, 30 di antaranya atau mencapai 83,3% memberi rekomendasi beli saham BBRI alias buy.

Valuasi saham BBRI pun terhitung amat atraktif. Riset terbaru dari UBS menilai valuasi saham BRI menggunakan model pertumbuhan Gordon (gordon–growth–model), dengan asumsi tingkat bebas risiko sebesar 6,75%, beta 1,25, tanggal cut-off Februari 2027, ROE berkelanjutan sebesar 18,9%, serta tingkat pertumbuhan berkelanjutan sebesar 8%, menghasilkan target harga potensial Rp4.900/saham bagi BBRI.

Target harga tersebut merefleksikan valuasi 2,2x PB dan 11x PE untuk estimasi 2027.

Terlebih lagi, BBRI mengumumkan pembagian dividen tunai senilai total sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham. Jumlah dividen final itu mengambil porsi mencapai 92% dari perolehan laba bersih sepanjang 2025 yang sebesar Rp57,13 triliun.

Porsi pembagian dividen itu mengindikasikan dividen final sekitar Rp209 per saham, setara dengan dividend yield 6,16% berdasarkan harga saham BBRI pada perdagangan intraday siang hari ini.

Adapun BRI Danareksa Sekuritas menyebut, dividend payout ratio sebesar 92% merupakan nilai yang lebih tinggi dibanding tahun lalu dari sebelumnya 86%, indikasi yield juga amat menarik mencapai 6,16%.

(fad/aji)

No more pages