Logo Bloomberg Technoz

Gagal Damai AS-Iran Picu Lonjakan Yield Global, SUN Ikut Tertekan

Redaksi
13 April 2026 12:45

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menggeser fokus pelaku pasar, dari harapan pelonggaran moneter jadi kekhawatiran inflasi tinggi. 

Lonjakan harga energi jadi pemicu utama. Investor melihat ada risiko bahwa kenaikan harga minyak akan terus merambat ke inflasi konsumen, dan membuat bank sentral menunda langkah pemangkasan yang dinanti-nanti. 

Di pasar global, perubahan sentimen ini langsung tercermin pada kenaikan imbal hasil obligasi, khususnya US Treasury, sejalan dengan sikap investor yang menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang cenderung lebih ketat dalam waktu lama. 


Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang juga naik ke level tertinggi sejak 1997, sementara obligasi tenor yang sama di Australia dan Selandia baru juga naik, masing-masing 6 basis poin (bps). 

Pasar Obligasi Domestik