Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah di Akhir Perdagangan

Muhammad Julian Fadli
29 May 2026 17:35

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona merah. Melemahnya sejumlah saham–saham berkapitalisasi besar atau saham big caps menjadi pemberat IHSG.

Pada Jumat (29/5/2026), IHSG ditutup di posisi 6.127, melemah 0,05% dan 2,8 poin dibanding dengan penutupan hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Jumat 29 Mei 2026 (Bloomberg)

Setelah perdagangan dibuka pagi tadi, IHSG terus–menerus melesat di zona penguatan hingga menyentuh tertingginya 6.230, jelang tutup perdagangan posisinya berbalik arah mencapai terlemah merahnya 6.111 diperberat turun dalamnya saham–saham berbobot besar yang jadi penyebab, saham BBCA dan saham BBRI misalnya.


Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan sentimen rebalancing MSCI imbas outflow asing terhadap efektifnya indeks MSCI pada 29 Mei, hingga rupiah yang ditutup melemah 0,48% berada di level Rp17.874/US$, berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, menambah sentimen negatif.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp50,14 triliun dari sejumlah 47,21 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi menyentuh 2,37 juta kali diperjualbelikan.