Pilihan Mobil Listrik Dinilai Rasional, Bukan Reaksi Krisis BBM
Merinda Faradianti
13 April 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan penjualan hybrid electric vehicle (HEV) hingga mobil listrik (EV) pada kuartal I 2026 menegaskan pergeseran struktural industri otomotif nasional menuju elektrifikasi.
Sebagai catatan, penjualan mobil listrik di Maret 2026 mencapai 33.150 unit. Angka ini naik 95,9% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 16.926 unit seperti yang dilaporkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai kenaikan ini bukan sekadar respons terhadap isu pasokan bahan bakar minyak (BBM), melainkan perubahan fundamental perilaku konsumen.
“Lonjakan penjualan mobil EV dan HEV yang meningkat hingga dua kali lipat lebih mencerminkan pergeseran struktural masyarakat menuju elektrifikasi daripada sekadar reaksi instan terhadap kelangkaan BBM,” katanya kepada Bloomberg Technoz, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, tren ini telah terbentuk sejak 2025 dan kini memasuki fase akselerasi, didorong penurunan harga baterai global, agresivitas pabrikan China, serta insentif pemerintah yang menekan total cost of ownership (TCO).





























