Logo Bloomberg Technoz

Menakar Seberapa Parah Kejatuhan Rupiah, Bisa ke Rp18.000/US$?

Redaksi
29 May 2026 16:18

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup Mei, pergerakan rupiah sepertinya belum ada tanda-tanda akan berhenti melemah. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), rupiah terdepresiasi 0,48% ke posisi Rp17.874/US$. Ini menjadi posisi rupiah yang terlemah sepanjang sejarah.

Sepanjang Mei, mata uang Nusantara secara persisten melemah dan tercatat membukukan depresiasi 2,91%. Rupiah pun sah melemah tiga bulan beruntun. 

Pelemahan rupiah yang terjadi pada Mei hampir sebesar 3% itu lantas membawa rupiah di ambang level psikologis baru: Rp18.000/US$. 


Level psikologis baru rupiah ini sebenarnya masuk ke dalam perhitungan skenario buruk para ekonom jika harga minyak mentah berada di atas US$100 per barel dalam waktu yang lama, dan pemerintah tidak melakukan intervensi kebijakan yang ekstrem untuk menjaga volatilitas rupiah. 

Namun, kondisi pasar yang sangat sensitif pada hari terakhir bulan Mei ini membawa selisih yang semakin tipis antara posisi rupiah dengan level psikologis barunya. 

Rupiah Melemah (lagi) Cetak All Time Low Baru (Bloomberg)