Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI

Redaksi
10 April 2026 15:45

Kantor pusat World Bank Group saat pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS (Samuel Corum/Bloomberg)
Kantor pusat World Bank Group saat pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS (Samuel Corum/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak harga energi akibat perang Timur Tengah berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi global, termasuk kawasan Asia Timur dan Pasifik tak terkecuali Indonesia.

Bank Dunia, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat dari 5% pada 2025 menjadi 4,2% pada 2026. 

Mengacu pada Laporan East Asia & Pacific Economic Update April 2026 yang dirilis Bank Dunia, Indonesia tampaknya masih berada di posisi relatif aman. Pertumbuhan masih terjaga, inflasi terkendali, dan fundamental makro tidak terlalu rapuh.


Akan tetapi, laporan ini juga menggambarkan bahwa di balik stabilitas itu, Indonesia tidak imun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan sebenarnya sejalan dengan tren di kawasan yaitu berada di 4,7% pada 2026. Namun prediksi ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yaitu 4,8%. 

Secara umum, perlambatan ekonomi ini dipengaruhi oleh tekanan eksternal, terutama akibat kenaikan harga minyak serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan global.