Logo Bloomberg Technoz

ADB: Perang Iran Bakal Hambat Pertumbuhan Ekonomi Asia Tahun Ini

News
10 April 2026 09:10

Ekonomi Asia. (Sumber: Bloomberg)
Ekonomi Asia. (Sumber: Bloomberg)

Andreo Calonzo - Bloomberg News

Bloomberg, Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia diprediksi akan melambat meskipun harga minyak dunia mulai stabil dalam beberapa bulan ke depan. Menurut Asian Development Bank (ADB), dampak perang di Timur Tengah mulai merambat ke berbagai industri, mulai dari sektor manufaktur hingga pariwisata.

Dalam laporan Asian Development Outlook yang dirilis pada Jumat (10/4/2026), ADB memproyeksikan perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran akan menghentikan tren pemulihan ekonomi di negara-negara berkembang Asia. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan ini diperkirakan melambat menjadi 5,1% tahun ini, turun dari 5,4% pada tahun 2025.


Proyeksi dalam laporan tersebut disusun lebih dari seminggu setelah perang Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Laporan ini menggunakan asumsi skenario di mana harga minyak akan berangsur normal dan kembali ke level sebelum perang pada akhir tahun. Namun, situasi tetap fluktuatif karena harga minyak terus bergerak liar mengikuti perkembangan harian konflik tersebut.

“Kebangkitan ekonomi kawasan Asia dan Pasifik sedang menghadapi ujian berat,” ujar Presiden ADB, Masato Kanda, dalam laporan tersebut. “Meskipun keterpaparan langsung kawasan ini terbatas, Asia tetap rentan terhadap kenaikan harga energi dan komoditas lainnya yang memicu inflasi serta memperketat kondisi keuangan.”

Perang Iran akan memperlambat ekonomi Asia. (Sumber: Bloomberg)