Israel-Lebanon Sepakat Berunding, Upaya Redam Konflik Regional
News
10 April 2026 10:50

Sherif Tarek - Bloomberg News
Bloomberg, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju untuk mengadakan pembicaraan dengan Lebanon. Langkah ini diambil setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin Israel tersebut akan "menahan diri" dalam melancarkan serangan ke negara yang kini tengah dilanda kelelahan akibat perang, memberikan secercah harapan bagi deeskalasi konflik.
Meski demikian, Netanyahu menegaskan akan terus memerangi Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Pada Rabu (8/4), Lebanon mencatat hari paling mematikan sejak perang meletus sebulan lalu. Menurut kementerian kesehatan setempat, serangan udara tersebut menewaskan setidaknya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya.
Serangan yang menghantam pusat kota Beirut dan berbagai wilayah Lebanon ini terjadi hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama, awalnya menyebut bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, sebelum akhirnya dibantah oleh pejabat AS dan Israel.
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump yang telah berbicara langsung dengan Netanyahu pada Rabu menyatakan bahwa pihak Israel sedang "mengurangi intensitas" operasi di Lebanon. Wakil Presiden AS JD Vance juga menambahkan bahwa Israel telah setuju untuk "sedikit menahan diri di Lebanon" guna mendukung jalannya proses perundingan.































