Logo Bloomberg Technoz

World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Jadi 4,7%

Mis Fransiska Dewi
09 April 2026 12:25

Kantor pusat World Bank Group saat pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS (Samuel Corum/Bloomberg)
Kantor pusat World Bank Group saat pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS (Samuel Corum/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - World Bank alias Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada  2026. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025 karena pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,8%. 

Dalam laporan World Bank berjudul East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, perlambatan ini dipengaruhi oleh tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional (risk-off sentiment).

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7%, seiring tekanan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen kehati-hatian investor (risk-off)," dikutip dari laporan tersebut, Kamis (9/4/2026). Tekanan tersebut diperkirakan akan menahan laju ekspansi ekonomi domestik. 


Meskipun demikian, dampak negatif tersebut dinilai akan sebagian teredam oleh pendapatan dari ekspor komoditas serta berbagai inisiatif investasi yang dipimpin oleh pemerintah.

World Bank menilai sejumlah negara di kawasan masih memiliki bantalan ekonomi  untuk meredam guncangan akibat lonjakan harga minyak. Bagi Indonesia, posisi sebagai eksportir komoditas menjadi salah satu faktor penopang penting.