World Bank: Harga Minyak Berdampak pada Inflasi & Ekonomi Lambat
Mis Fransiska Dewi
10 April 2026 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - World Bank atau Bank Dunia mengungkapkan harga minyak dunia yang terus bergejolak bakal berdampak pada kenaikan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia.
Dalam laporan World Bank berjudul East Asia and Pacific Economic Update Edisi April 2026 disebutkan, tantangan ini paling terlihat dalam kebijakan moneter. Guncangan harga energi dari sisi penawaran mungkin bisa saja ‘diabaikan’ daripada ‘bereaksi berlebihan’, kecuali jika hal itu menimbulkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi karena berdampak pada kenaikan upah nominal serta harga input lainnya.
Dalam kasus tersebut, jika pemerintah berupaya menahan inflasi dengan menaikkan suku bunga, hal ini akan berdampak negatif pada pertumbuhan yang sudah melambat.
Di negara seperti Laos, Mongolia, dan Myanmar, dengan inflasi sudah relatif tinggi dan ekspektasi inflasi kurang terjangkar kuat, guncangan harga komoditas yang berkepanjangan kemungkinan memerlukan sikap moneter yang kurang akomodatif.
“Bahkan di negara dengan inflasi relatif rendah, seperti Indonesia dan Filipina, pemantauan ketat tetap diperlukan, karena guncangan yang berlangsung lama bisa mengguncang ekspektasi inflasi,” tulis laporan World Bank dikutip Jumat (10/4/2026).
































