Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Masih Lesu di Luar Negeri, di Atas Rp17.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 April 2026 08:31

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih menunjukkan tren pelemahan. 

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (10/4/2026), rupiah offshore stagnan di Rp17.086/US$. Kemarin, rupiah offshore ditutup melemah 0,33% di posisi tersebut. 

Penyebab rupiah di pasar luar negeri masih diganjar mahal lantaran harga minyak kembali menguat pada awal perdagangan hari ini. Minyak jenis Brent kembali naik 0,88% ke US$96,76 per barel, setelah sempat turun 13,29% pada Rabu (8/4/2026) ke US$94,75 per barel. 


Arab Saudi kehilangan kapasitas produksi minyaknya lebih dari setengah juta barel per hari. Sementara, pipa penting yang jadi akses alternatif selain Selat Hormuz juga terdampak. 

Harga minyak yang bertahan tinggi juga jadi salah satu penyebab mengapa Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan Indonesia ke 4,7% dari sebelumnya 4,8%.