Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Soal Transfer Pricing US$84 Juta: Itu Baru Sampel

Redaksi
25 May 2026 15:30

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Bloomberg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal adanya 10 perusahaan eksportir minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang diduga melakukan praktik penentuan harga transfer atau transfer pricing.

Dalam dokumen yang diperoleh Bloomberg Technoz, praktik transfer pricing ditengarai menyebabkan selisih harga senilai US$84 juta (sekira Rp1,48 triliun asumsi kurs saat ini). Selisih itu didapatkan dari disparitas harga CPO yang dilaporkan di dalam negeri dibanding perkiraan nilai yang tercatat di negara tujuan ekspor.

Menanggapi hal itu, Purbaya adanya praktik transfer pricing tersebut. Dia bahkan mengestimasi bahwa nilai selisih harga tersebut berpotensi lebih besar dari US$84 juta. Menurut dia, nilai itu baru merupakan sampel yang telah dianalisis oleh Kementerian Keuangan.


"Yang pasti lebih besar, karena kan saya [analisisnya] cuma sedikit aja, 10 perusahaan. Itu cuma sampel, 10 perusahaan, yang kira-kira dia melakukan itu [transfer pricing] semuanya," ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen Jakarta, Senin (25/5/2026).

Sebelumnya, dalam dokumen tersebut diketahui, analisis dilakukan terhadap 10 perusahaan CPO yang memiliki nilai ekspor terbesar selama periode lima tahun dari 2020 hingga 2024. Dalam dokumen itu, mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari empat grup sawit besar di Indonesia.