Logo Bloomberg Technoz

Meningkatnya risiko eksternal dari ketegangan geopolitik dan kondisi keuangan global yang cenderung ketat membuat Indonesia yang selama ini ditopang oleh arus modal asing menjadi semakin menantang. 

Selain itu, dari dalam negeri isu fiskal masih menjadi perhatian investor. Terlebih setelah tersiar kabar bahwa  Badan Gizi Nasional yang menaungi program prioritas Makan Bergizi Gratis membeli lebih dari 20 ribu unit sepeda motor listrik.

Langkah ini membuat pasar semakin khawatir, sebab terjadi di tengah rencana pengetatan anggaran belanja. 

Berdasarkan temuan Center for Budget Analysis (CBA) nilai pengadaan publik tersebut menelan biaya sebesar Rp3,2 triliun untuk 65.067 unit kendaraan motor. Jika dikalkulasikan dengan angka temuan CBA, dengan jumlah pengadaan yang sudah terjadi sebanyak 21.800 unit, maka nilainya sebesar Rp1,07 triliun dengan harga per unitnya Rp49,17 juta. 

Meski kemudian menurut Kepala BGN harga per unitnya senilai Rp42 juta. Namun, persoalan yang ditangkap pasar bukan cuma angka. Investor justru menangkap sinyal inkonsistensi di sisi domestik. 

Di satu sisi pemerintah mendorong efisiensi fiskal. Tapi di sisi lain, muncul pengadaan yang bernilai besar. 

Kondisi ini berisiko memperlemah persepsi kredibilitas kebijakan. Bagi investor portofolio, konsistensi arah fiskal jadi hal krusial yang menjadi dasar pertimbangan mereka dalam menentukan alokasi dana di pasar negara berkembang. 

Ketika disiplin fiskal mulai melemah dan dipertanyakan, maka investor akan mengganjarnya dengan premi risiko tinggi. Hal ini sudah tercermin pada pergerakan rupiah yang terus tertekan. 

Analisa Teknikal

Secara teknikal, rupiah berisiko melanjutkan tren pelemahan hari ini. Adapun rupiah berpotensi melemah menembus support Rp17.100/US$.

Support selanjutnya bisa menuju Rp17.150/US$ usai break trendline sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Jumat 10 April 2026 (Sumber: Bloomberg)

Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp17.200/US$ sebagai level paling pesimistis pelemahan rupiah dalam time frame harian.

Sebaliknya, rupiah memiliki level resistance terdekat di Rp17.000/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance selanjutnya di Rp16.900/US$ yang juga sebagai resistance potensial.

(riset/aji)

No more pages