AS-Iran Kian Dekat Menuju Damai, Harga Minyak Dunia Turun
News
25 May 2026 06:00

Nicholas Lua - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada pembukaan perdagangan awal pekan ini seiring langkah Amerika Serikat (AS) dan Iran yang semakin dekat menuju kesepakatan damai. Kendati demikian, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa blokade militer Washington di Selat Hormuz akan tetap berlaku sampai seluruh poin perjanjian resmi diselesaikan.
Minyak mentah Brent sebagai patokan harga global sempat anjlok hingga 4,2% ke level US$99,16 per barel, melanjutkan tren penurunan setelah merosot lebih dari 5% pada pekan lalu. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) ikut melemah ke kisaran US$92 per barel. Melalui unggahannya di media sosial, Trump menyatakan dirinya tidak akan "terburu-buru" menandatangani kesepakatan yang disebutnya "belum sepenuhnya dinegosiasikan." Sejumlah pejabat senior AS juga menambahkan bahwa persetujuan akhir dari kedua belah pihak kemungkinan masih membutuhkan waktu beberapa hari ke depan.
Meskipun negosiasi mengalami kemajuan, sejauh ini belum ada kejelasan mengenai bagaimana isu-isu krusial akan diselesaikan, mencakup nasib program nuklir Iran serta tuntutan Teheran terkait pelonggaran sanksi ekonomi. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, bahkan melaporkan bahwa rancangan kesepakatan ini masih berpotensi gagal karena AS dinilai menghambat beberapa klausul penting, termasuk desakan Iran agar aset-aset mereka yang dibekukan segera dicairkan.
Pasar energi global sendiri telah porak-poranda akibat krisis yang bermula sejak Februari lalu, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke Iran. Konflik tersebut meluas dengan cepat ke seluruh kawasan Teluk Persia, merusak berbagai infrastruktur minyak dan gas, serta memaksa para produsen regional menghentikan pasokan jutaan barel minyak mentah setiap harinya. Selat Hormuz—yang menjadi urat nadi penghubung kawasan tersebut dengan pasar dunia—bahkan sempat mengalami blokade ganda, baik dari pihak Teheran maupun Washington.





























