Logo Bloomberg Technoz

Mampukah Danantara Kelola 300 Juta Ton Lebih Ekspor Batu Bara RI?

Sabrina Mulia Rhamadanty
25 May 2026 12:30

Tongkang batubara selama proses bongkar muat./Bloomberg-Ben Kilb
Tongkang batubara selama proses bongkar muat./Bloomberg-Ben Kilb

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Bidang Hubungan Industri Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Ardhi Ishak Koesen mempertanyakan kesiapan pemerintah untuk mengelola ekspor batu bara satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Terlebih, Indonesia selaku 'raja' batu bara termal mengapalkan rerata 350—400 juta ton komoditas tersebut per tahunnya.

“Ada sekitar 300 juta ton lebih batu bara Indonesia yang akan di ekspor ke luar negeri dari pedalaman Sumatra dan juga Kalimantan. Proses ini akan melibatkan puluhan ribu tongkang dan ribuan vessel untuk pengangkutan,” kata Ardhi saat dihubungi, Senin (25/5/2026).


“Akan ada ratusan kontrak penjualan yang harus diurus dengan spesifikasi dan klausul kontrak yang berbeda-beda. Nilai kontraknya minimal sekitar US$1,8 miliar untuk tahun ini saja,” tambahnya.

Perakitan peralatan untuk timbunan batubara baru di lokasi tambang PT Triaryani. Fotografer: Muhammad Fadli/Bloomberg

Sebagai gambaran, berdasarkan data terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi akhir batu bara Indonesia mencapai sekitar 817 juta ton pada 2025, dengan realisasi ekspor menyumbang lebih dari separuh volume total tersebut, yakni hingga 522 juta ton.