Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lemah, Harga BBM Nonsubsidi Rawan Naik Rp2.000 pada Juni

Sabrina Mulia Rhamadanty
25 May 2026 13:50

Pelanggan mengisi ulang bensin RON95./dok. Bloomberg
Pelanggan mengisi ulang bensin RON95./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang masih betah bertengger di atas level Rp17.000-an per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai akan berdampak terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi cukup signifikan pada Juni 2026.

Melihat pergerakan kurs rupiah dan harga minyak dunia akhir-akhir ini, ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengestimasikan kenaikan BBM nonsubsidi bulan depan bisa mencapai sekitar Rp1.500—Rp2.000 per liter.

Setidaknya, kata Yusuf, potensi kenaikan harga tersebut akan lebih cepat terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta. 


“Saya kira estimasi kenaikan Rp1.500—2.000 per liter itu memang mungkin terjadi, tetapi lebih tepat ditempatkan sebagai skenario atas [upper bound], bukan skenario dasar yang paling mungkin saat ini,” terang Yusuf saat dihubungi, Senin (25/05/2026).

Pelanggan mengantre di sebuah SPBU PT Pertamina di Silaut, Sumatera Barat, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Dia menambahkan, dalam mekanisme harga BBM nonsubsidi, komponen dasarnya berasal dari harga minyak olahan global atau harga minyak mentah (MOPS) dalam dolar AS yang kemudian dikalikan kurs rupiah, lalu ditambah margin distribusi, pajak, dan komponen lainnya.