Rupiah Ditutup Merah, Catat Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Tim Riset Bloomberg Technoz
25 May 2026 15:37

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kembali ditutup melemah 0,19% di posisi terendahnya sepanjang sejarah yaitu Rp17.743/US$ pada perdagangan Senin (25/5/2026). Rupiah lesu kala mata uang Asia bergerak di zona hijau terdongkrak oleh sentimen harapan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Rupanya pergerakan mata uang kawasan belum mampu mengangkat rupiah dalam perdagangan hari ini. Dari Asia, baht Thailand menguat paling kencang sebesar 0,58%, disusul rupee India, dan ringgit Malaysia. Hampir semua mata uang kawasan menguat sepanjang sesi perdagangan hari ini, kecuali mata uang Tanah Air.
Indeks solar AS terhadap enam mata uang utama bergerak di kisaran 99. Meski masih berada di level tinggi, namun sentimen pergerakan harga minyak yang kembali jinak di bawah US$100 per barel kembali menopang laju mata uang kawasan.
Rupiah menjadi satu-satuya mata uang kawasan yang melemah hari ini lantaran berbagai sentimen domestik. Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah yang cukup agresif dengan menaikkan suku bunga di atas proyeksi pelaku pasar. Langkah ini mengindikasikan adanya tingkat kewaspadaan tinggi terhadap rambatan volatilitas global, terutama melalui transmisi nilai tukar, kenaikan harga minyak, serta ketidakstabilan arus modal.
Di tengah sentimen yang ada, pemerintah kembali melakukan stabilisasi melalui intervensi di pasar surat utang. Hari ini, hampir imbal hasil hampir semua tenor menurun, terutama tenor acuan 10 tahun yang turun 5,2 bps menjadi 6,68%.






























