Bos NATO itu mengakui bahwa beberapa pihak di Eropa sebelumnya percaya bahwa "kekuatan militer adalah sesuatu yang memalukan." Hal ini mengakibatkan kapabilitas militer yang menyusut dari waktu ke waktu dan anggaran pertahanan di era modern yang "menyusut hingga tidak lagi relevan."
Ia menyebut benua Eropa selama ini "terlalu bergantung" pada militer AS. Namun, negara-negara Eropa kini mulai berinvestasi lebih besar—dan menurutnya, Trump adalah sosok yang mendorong para sekutu untuk mendongkrak pengeluaran pertahanan mereka.
Rutte juga menyoroti kolaborasi antara Rusia dan Iran yang saling menguntungkan dalam perang melawan AS dan Israel, serta perang Moskow di Ukraina. Ia mencatat penggunaan drone Iran oleh pasukan Rusia untuk menyerang kota-kota dan infrastruktur energi Ukraina.
“Terkait Iran dan Rusia—ini soal teknologi drone, teknologi militer lainnya, dan Rusia membalasnya dengan uang,” kata Rutte. “Uang tersebut digunakan Iran untuk menciptakan kekacauan total. Mereka adalah pengekspor utama kekacauan di Timur Tengah—melalui proksi mereka, dan juga secara langsung mencoba membangun kapabilitas rudal balistik serta nuklir.”
Mantan Perdana Menteri Belanda tersebut berulang kali mencoba membedakan antara NATO sebagai aliansi secara keseluruhan dengan masing-masing negara anggota yang mungkin memiliki perjanjian bilateral dengan AS terkait basis militer, izin lintas udara, dan isu lainnya. Menurutnya, wajar jika Washington menuntut negara-negara tersebut menghormati komitmen mereka.
Saat ini, Washington tengah menagih komitmen spesifik dari pemerintah negara-negara Eropa sebagai bagian dari janji mereka untuk mengamankan Selat Hormuz. Jalur pelayaran global tersebut masih tertutup secara efektif meski AS, Iran, dan Israel telah mengumumkan gencatan senjata selama 14 hari pada Selasa lalu.
Rutte menyatakan bahwa sekelompok negara—terutama, namun tidak terbatas pada sekutu NATO—sedang menentukan "dukungan praktis" apa yang dapat mereka berikan untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka. Dukungan ini mencakup sistem intelijen, pengawasan, pengintaian, kapal penyapu ranjau, dan kapabilitas lainnya.
Namun, tuntutan pemerintahan Trump agar sekutu Eropa mendukung operasi AS di Iran ini bertolak belakang dengan desakan sebelumnya, di mana AS meminta mereka untuk tetap berada di luar urusan Timur Tengah serta Indo-Pasifik dan lebih fokus pada pertahanan di wilayah Eropa sendiri.
(bbn)






























