Krisis Plastik, Maman Dorong Alternatif dari Singkong-Rumput Laut
Sultan Ibnu Affan
10 April 2026 07:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong penggunaan bahan baku plastik seperti singkong dan rumput laut sebagai substitusi bahan baku nafta yang tengah krisis pasokan imbas perang.
Kedua bahan baku tersebut, kata Maman, saat ini dinilai cukup melimpah. Namun, keterbatasan pasar membuat biaya produksi masih relatif tinggi. Dengan dorongan kebijakan yang tepat, permintaan dapat meningkat sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.
"Jika kebijakan diarahkan untuk memperkuat substitusi bahan baku dari nafta ke rumput laut, maka permintaan akan tumbuh dan biaya produksi dapat ditekan,” ujar Maman dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (10/4/2026).
Maman mengatakan keterbatasan pasokan nafta, yang membuat harga plastik lebih mahal tersebut belakangan turut membuat UMKM ikut terdampak dengan penurunan omzet mencapai sekitar 50%.
Apalagi, kata dia, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik masih tinggi, mencapai 55%. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% distribusi bahan baku melewati jalur Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik geopolitik yang mengganggu rantai pasok global.

































