AS Desak NATO Kirim Rencana Pengamanan Selat Hormuz Segera
News
09 April 2026 16:30

Andrea Palasciano - Bloomberg News
Bloomberg, Amerika Serikat (AS) menuntut komitmen spesifik dari sekutu-sekutu Eropa terkait janji mereka untuk membantu mengamankan Selat Hormuz setelah pertempuran di Iran mereda. Menurut seorang pejabat senior NATO, Washington meminta negara-negara tersebut mempresentasikan rencana konkret untuk menjamin navigasi di jalur air vital tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Permintaan tersebut disampaikan dalam serangkaian diskusi antara pejabat AS dan NATO di Gedung Putih—di mana Presiden Donald Trump bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte—serta di Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS. Hingga Rabu malam, pihak Gedung Putih, Departemen Pertahanan, dan Departemen Luar Negeri belum memberikan komentar resmi.
Koalisi yang dipimpin Inggris, terdiri dari lebih dari 40 negara termasuk negara-negara Eropa, Jepang, dan Kanada, sebelumnya telah berjanji untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz setelah pertempuran aktif di Timur Tengah berhenti. Diketahui, sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam dunia mengalir melalui selat tersebut. Penutupan jalur ini telah menyebabkan harga energi global melonjak drastis dan memicu kekhawatiran akan kelangkaan bahan bakar.
Pada hari Selasa, Trump bersama Iran dan Israel mengumumkan kesepakatan gencatan senjata rapuh selama 14 hari, dengan syarat penghentian serangan dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Sekitar belasan pemimpin negara, mayoritas dari Eropa, mengeluarkan pernyataan yang menjanjikan bahwa mereka akan "berkontribusi dalam menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz."





























