Peran Kunci China dalam Gencatan Senjata AS vs Iran
News
10 April 2026 07:03

Bloomberg News
Bloomberg, Saat Donald Trump mendekati tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri untuk "menghancurkan peradaban" Iran, muncul satu kekuatan yang terbukti cukup berpengaruh untuk meyakinkan Teheran agar meredam eskalasi: China, rival terbesar Amerika Serikat (AS).
Hanya beberapa jam setelah gencatan senjata yang dimediasi secara publik oleh Pakistan diumumkan, para pejabat Iran dikabarkan mengakui bahwa desakan menit-menit terakhir dari China adalah faktor kunci yang membuat mereka menerima kesepakatan tersebut. Klaim ini kemudian divalidasi oleh Trump. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut berterima kasih atas dukungan Beijing, sementara Gedung Putih mengonfirmasi bahwa peran Beijing dalam gencatan senjata ini melibatkan koordinasi "tingkat tertinggi" antara pemerintah AS dan China.
China belum mengonfirmasi maupun membantah laporan mengenai peran pentingnya dalam memediasi meredanya ketegangan tersebut. Presiden Xi Jinping juga belum memberikan komentar publik mengenai konflik yang telah menghambat sekitar seperlima pasokan minyak global. Namun keputusan untuk turun tangan mencerminkan kemampuan Beijing menjaga hubungan kuat dengan Iran, negara-negara Teluk, dan Trump, sekaligus menandai perubahan dari kebijakan lama China yang cenderung tetap berada di pinggir konflik.
Perubahan sikap tersebut didorong oleh faktor ekonomi, karena konflik berisiko mengganggu pasokan energi China, kata Zongyuan Zoe Liu, peneliti senior studi China di Council on Foreign Relations. Data yang akan dirilis pekan depan diperkirakan menunjukkan perlambatan output industri dan ekspor pada bulan setelah AS dan Israel memicu perang.
































