Logo Bloomberg Technoz

Cerita Warga Bantaran Rel yang Bakal Dapat Hunian Layak

Andrean Kristianto
09 April 2026 19:05

Warga beraktivitas di dekat tempat tinggalnya yang berada bantaran rel di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Warga beraktivitas di dekat tempat tinggalnya yang berada bantaran rel di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Hunian layak masih sulit dijangkau oleh warga kurang mampu, terutama yang tinggal di bantaran rel kereta api. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hunian layak masih sulit dijangkau oleh warga kurang mampu, terutama yang tinggal di bantaran rel kereta api. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Salah satunya Seger (45) warga bantaran rel yang telah tinggal di wilayah Tanah Tinggi, Jakarta Pusat sejak ia berusia 7 tahun. (Bloomberg Technoz)

Salah satunya Seger (45) warga bantaran rel yang telah tinggal di wilayah Tanah Tinggi, Jakarta Pusat sejak ia berusia 7 tahun. (Bloomberg Technoz)

Seger bersama anak dan cucunya tinggal dibangunan semi permanen dengan lua sekitar 2x2 meter dengan kondisi sederhana. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Seger bersama anak dan cucunya tinggal dibangunan semi permanen dengan lua sekitar 2x2 meter dengan kondisi sederhana. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Selain Seger, beberapa warga juga menempati bangunan-bangunan semi permanen dengan keterbatasan ruang, keamanan, dan kenyamanan.

Selain Seger, beberapa warga juga menempati bangunan-bangunan semi permanen dengan keterbatasan ruang, keamanan, dan kenyamanan.

Harapan untuk mendapatkan hunian layak mulai muncul setelah kunjungan Presiden Prabowo ke kawasan bantaran rel tersebut.

Harapan untuk mendapatkan hunian layak mulai muncul setelah kunjungan Presiden Prabowo ke kawasan bantaran rel tersebut.

Kunjungan tersebut membawa harapan baru bagi warga setempat untuk mendapatkan hunian layak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kunjungan tersebut membawa harapan baru bagi warga setempat untuk mendapatkan hunian layak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah saat ini tengah membangun hunian relokasi bagi warga bantaran rel di wilayah Senen, Jakarta Pusat. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pemerintah saat ini tengah membangun hunian relokasi bagi warga bantaran rel di wilayah Senen, Jakarta Pusat. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pembangunan rumah tapak tersebut mencakup total 324 unit hunian. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pembangunan rumah tapak tersebut mencakup total 324 unit hunian. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Hunian tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka untuk mendukung kenyamanan warga, khususnya anak-anak. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Hunian tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka untuk mendukung kenyamanan warga, khususnya anak-anak. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Pembangunan hunian ini sekaligus untuk menata kawasan bantaran rel agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pembangunan hunian ini sekaligus untuk menata kawasan bantaran rel agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Warga beraktivitas di dekat tempat tinggalnya yang berada bantaran rel di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Hunian layak masih sulit dijangkau oleh warga kurang mampu, terutama yang tinggal di bantaran rel kereta api. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Salah satunya Seger (45) warga bantaran rel yang telah tinggal di wilayah Tanah Tinggi, Jakarta Pusat sejak ia berusia 7 tahun. (Bloomberg Technoz)
Seger bersama anak dan cucunya tinggal dibangunan semi permanen dengan lua sekitar 2x2 meter dengan kondisi sederhana. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Selain Seger, beberapa warga juga menempati bangunan-bangunan semi permanen dengan keterbatasan ruang, keamanan, dan kenyamanan.
Harapan untuk mendapatkan hunian layak mulai muncul setelah kunjungan Presiden Prabowo ke kawasan bantaran rel tersebut.
Kunjungan tersebut membawa harapan baru bagi warga setempat untuk mendapatkan hunian layak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemerintah saat ini tengah membangun hunian relokasi bagi warga bantaran rel di wilayah Senen, Jakarta Pusat. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Pembangunan rumah tapak tersebut mencakup total 324 unit hunian. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Hunian tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka untuk mendukung kenyamanan warga, khususnya anak-anak. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pembangunan hunian ini sekaligus untuk menata kawasan bantaran rel agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hunian layak bukan sekadar tempat berteduh, melainkan fondasi kehidupan yang lebih manusiawi. Kondisi tersebut masih sulit dijangkau oleh warga kurang mampu, terutama yang tinggal di bantaran rel kereta api.

Mereka menjalani kehidupan di tengah deru kereta yang melintas setiap hari dengan keterbatasan ruang, keamanan, dan kenyamanan. Risiko yang dihadapi menjadi bagian dari keseharian yang sulit dihindari.

Permukiman di bantaran rel kereta api di wilayah Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, dihuni sejumlah keluarga. Salah satunya adalah Seger (45) yang tinggal bersama anak dan cucunya di bangunan semi permanen berukuran sekitar 2x2 meter.

Seger mengaku telah menetap di lokasi tersebut sejak ia berusia tujuh tahun. Pekerjaannya sebagai pengamen badut membuatnya kesulitan untuk memiliki rumah yang layak.

"Penghasilan pengamen kan enggak tentu, kadang dapat uang kadang enggak, kita ngontrak sebulan dua bulan ke sananya enggak bisa bayar, kan diusir sama yang punya kontrakan. Mangkanya saya tinggal di sini, jalanin saja," kata Seger saat berbincang dengan Bloomberg Technoz, Kamis (9/4/2026).

Harapan untuk mendapatkan hunian layak mulai muncul setelah Presiden RI Prabowo Subianto berkunjung ke kawasan bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis sore (26/3/2026). Kunjungan tersebut membawa harapan baru bagi warga setempat.

Pada sore itu, Prabowo yang mengenakan kemeja biru dan bertopi krem menyusuri kawasan Senen untuk meninjau langsung permukiman warga di bantaran rel kereta api sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Mendengar aspirasi masyarakat di sana, insya Allah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat. Dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia," tulis Prabowo melalui akun Instagram-nya.

Pemerintah saat ini tengah membangun hunian relokasi bagi warga bantaran rel di wilayah Senen, Jakarta Pusat. Pembangunan tersebut mencakup total 324 unit hunian.

Hunian yang dibangun berupa rumah tapak, bukan rumah susun, agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Fasilitas ruang terbuka juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan warga, khususnya anak-anak.

(dre/ros)