Logo Bloomberg Technoz

Eks-Menkeu Ginandjar Ungkap Cara Kuatkan Rupiah Saat Krisis 1998

Sultan Ibnu Affan
10 April 2026 11:11

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mantan Menteri Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri periode 1998–1999, Ginandjar Kartasasmita, menceritakan strategi kunci mengendalikan rupiah saat krisis moneter yang terjadi pada era pemerintahannya.

Menurutnya, setiap krisis memang memiliki karakter yang berbeda. Namun, benang merah dari setiap krisis tetap sama, yakni runtuhnya kepercayaan terhadap sistem ekonomi dan mata uang domestik.

“Hal yang aman dan paling utama adalah mengembalikan kepercayaan. Kepercayaan pasar kepada ekonomi kita dan kepercayaan masyarakat internasional kepada kita,” ujar Ginandjar dalam peluncuran buku 'Ginandjar Kartasasmita Pengabdian dari Masa ke Masa: Perjalanan, Pergulatan Hidup, dan Pemikiran' di Jakarta, Kamis kemarin.


Saat itu, rupiah sempat terjungkal dari kisaran Rp2.300–Rp2.400/US$ sebelum krisis, hingga menyentuh sekitar Rp16.000/US$ pada titik tertinggi.

Ginandjar, yang juga mantan politikus Golkar tersebut mengatakan, stabilitas kurs tidak semata ditentukan oleh intervensi moneter, melainkan oleh keyakinan pelaku pasar untuk kembali memegang dan berinvestasi dalam bentuk mata uang rupiah.