Logo Bloomberg Technoz

Exxon, Chevron Gagal Cuan Meski Harga Minyak Naik Gegara Perang

News
10 April 2026 10:40

Sebuah truk tangki melaju melewati pompa sumur minyak yang dioperasikan oleh Chevron Corp. di San Ardo, California, AS/Bloomberg-David Paul Morris
Sebuah truk tangki melaju melewati pompa sumur minyak yang dioperasikan oleh Chevron Corp. di San Ardo, California, AS/Bloomberg-David Paul Morris

Kevin Crowley - Bloomberg News

Bloomberg, Lonjakan harga minyak dan gas alam (migas) akibat perang Iran seolah tampak seperti kabar baik bagi perusahaan energi terbesar di dunia.  Namun, gangguan produksi di kawasan tersebut, blokade pengiriman, dan kerugian lindung nilai (hedging) membuat realitas jauh lebih rumit dari ekspektasi.

Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. kehilangan sekitar 6% dari produksi global mereka pada kuartal I-2026, sementara produksi gas Shell Plc turun 5%, sebagian besar karena Selat Hormuz pada dasarnya telah ditutup.


Hal ini terjadi setelah hanya satu bulan pertempuran di wilayah tersebut, menunjukkan bahwa dampaknya bisa jauh lebih parah jika jalur air tersebut tetap ditutup untuk jangka waktu yang lama.

“Timur Tengah membuat kuartal ini menjadi kacau,” tulis Lloyd Byrne, seorang analis di Jefferies Financial Group Inc., dalam sebuah catatan.

Pergerakan harga per barel minyak mentah Brent./dok. Bloomberg