Istana Buka Potensi Opsi Tarik TNI dari Misi Perdamaian UNIFIL
Dovana Hasiana
09 April 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah bakal melakukan evaluasi terhadap pengiriman pasukan perdamaian. Hal ini dilakukan usai gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Namun, dia tak menjelaskan secara gamblang apakah pemerintah bakal menarik pasukan perdamaian di Lebanon. Pemerintah masih akan lebih dulu melihat hasil evaluasi tersebut.
“Iya pasti [evaluasi] Makanya apa yang disampaikan Pak Menteri Luar Negeri [Sugiono] itu juga bagian dari proses evaluasi. Apa yang kita minta yang disampaikan perwakilan kita di PBB juga itu bagian dari dari evaluasi gitu,” ujar Prasetyo kepada awak media, dikutip Kamis (09/04/2026).
Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Stephane Dujarric menyatakan serangan terhadap penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat merupakan kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.
Hal ini disampaikan usai investigasi awal United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menemukan dugaan keterlibatan Israel dan Hizbullah dalam insiden yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).































