Logo Bloomberg Technoz

Produksi Nikel di RKAB 2026 Sudah Disetujui 190—200 Juta Ton

Sultan Ibnu Affan
06 April 2026 14:55

Timbunan bijih nikel mentah di area laydown PT Sulawesi Resources di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Timbunan bijih nikel mentah di area laydown PT Sulawesi Resources di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi hingga hari ini, Senin (6/4/2026), telah menyetujui sekitar 190 hingga 200 juta ton kuota produksi nikel yang diajukan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

"Untuk [kuota produksi dalam RKAB] nikel ya sekitar 190—200 [juta ton yang telah disetujui]," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).

Adapun, kuota kumulatif produksi bijih nikel dalam RKAB tahun ini sebelumnya direncanakan di rentang 260 juta ton sampai 270 juta ton. Target tersebut merosot lebar jika dibandingkan dengan produksi dalam RKAB tahun sebelumnya sebanyak 379 juta ton.


Dalam kesempatan lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tengah mempertimbangkan untuk memberikan relaksasi yang terukur terhadap kuota produksi dua komoditas unggulan Indonesia; nikel dan batu bara.

Dia menegaskan Kementerian ESDM bisa saja memberikan relaksasi bagi penambang untuk mengajukan revisi kuota produksi secara terbatas, dengan syarat harga komoditas tersebut dalam kondisi stabil.