Logo Bloomberg Technoz

“Pasar fisik hampir selalu menggunakan harga Dated Brent sebagai standar evaluasi kualitas dan waktu pengiriman. Namun, karena pasar berjangka lebih transparan dan aktif selama 24 jam, dia tetap digunakan sebagai basis harga dasar,” kata Wahyu ketika dihubungi, Rabu (8/4/2026).

“Ketika terjadi disparitas lebar seperti saat ini, maka nilai differential atau premi di pasar fisik akan membengkak.  Jadi, meski harga di layar [di bawah] US$100, pembeli fisik tetap harus membayar US$144 karena premi fisiknya mencapai US$44/barel,” terangnya.

Pergerakan harga Dated Brent./dok. Bloomberg

Penyebab Disparitas

Lebih lanjut, Wahyu menduga disparitas harga minyak mentah di pasar berjangka dan pasar fisik terjadi karena sejumlah faktor, yaitu; tekanan likuiditas dan margin call, kelangkaan fisik yang akut, hingga faktor segmentasi pasar.

Ihwal faktor tekanan likuiditas dan margin call, Wahyu menduga banyak pelaku pasar di pasar berjangka yang melakukan aksi jual bukan karena fundamental minyak melemah, melainkan karena masalah teknis finansial.

“Ketika volatilitas melonjak, bursa menaikkan syarat deposit atau margin. Hal ini memaksa trader menutup posisi secara massal atau liquidation, yang justru menekan harga di pasar berjangka ke bawah, meskipun minyak fisiknya sulit dicari,” tegas dia.

Faktor selanjutnya terdapat kelangkaan fisik yang akut yang memicu kondisi super backwardation. Dia menduga harga pasar fisik yang lebih mahal menandakan pembeli sangat membutuhkan minyak untuk saat ini.

Untuk itu, para importir minyak tersebut bersedia membayar premi yang sangat tinggi untuk mendapatkan minyak sesegera mungkin.

Sementara itu, di pasar berjangka, harga yang melandai mencerminkan ekspektasi harga pada bulan-bulan mendatang bakal kembali normal.

Faktor terakhir, yakni segmentasi pelaku pasar. Dia menyatakan pasar berjangka didominasi oleh spekulan, manajer investasi, dan pelaku hedging, sementara pasar fisik hanya diisi oleh produsen minyak dan konsumen akhir.

Dengan demikian, ketika kilang berebut kargo yang terbatas, maka harga di pasar fisik akan melonjak drastis tanpa memedulikan pergerakan harga di pasar berjangka.

“Fenomena yang kita lihat ini menunjukkan adanya anomali pasar yang cukup ekstrem, di mana terjadi diskoneksi antara harga di layar perdagangan atau paper market dengan realitas ketersediaan barang di lapangan atau physical market,” ujar Wahyu.

“Disparitas ini biasanya mencerminkan kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi,” tegasnya.

Sekadar catatan, harga berjangka minyak Brent anjlok di bawah US$100/barel setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Grafik harga minyak Brent. (Sumber: Bloomberg)


Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menghentikan kampanye militer Amerika-Israel sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran.

Harga berjangka Brent turun hingga 16% menjadi US$91,70/barel pada pembukaan hari ini, Rabu (8/4/2026).

Bagaimanapun, di pasar fisik, harga acuan terpenting dunia untuk barel minyak mentah di dunia nyata itu melonjak ke rekor tertinggi, menandakan bukti terbaru dari pasar minyak mentah global yang makin memperhitungkan pasokan yang makin langka setelah perang Iran.

Dated Brent, yang membantu menentukan nilai sebagian besar transaksi minyak dunia, mencapai US$144,42/barel pada Selasa, tertinggi sejak Platts, sebuah unit dari S&P Global Energy, pertama kali mulai menerbitkan ukuran tersebut pada 1987.

Patokan ini didasarkan pada periode pengiriman yang lebih cepat daripada Brent berjangka — yang diperdagangkan mendekati US$109 pada Selasa — sebuah indikasi adanya desakan untuk mengamankan barel untuk pengiriman sesegera mungkin.

Para pembeli "membayar premi luar biasa untuk barel minyak Atlantik yang aman dan siap pakai yang tersedia saat ini," tulis analis Morgan Stanley, termasuk Martijn Rats, dalam sebuah catatan.

"Begitu Asia mulai menawar barel pengganti dari Atlantik, tekanan mulai berpindah ke sistem Brent."

Di seluruh pasar minyak dan bahan bakar, kargo untuk pasokan yang lebih mendesak terus mendapatkan premi yang meningkat, sebuah indikasi betapa ketatnya pasokan tersebut.

Meskipun kontrak berjangka pada akhirnya berlabuh pada harga fisik, kontrak tersebut juga memperhitungkan ekspektasi pasokan, permintaan, dan prospek ekonomi pada bulan-bulan mendatang.

Dated, seperti yang dikenal oleh para pedagang minyak, telah didorong lebih tinggi oleh perang di Iran karena konflik tersebut memangkas aliran energi melalui Selat Hormuz, yang biasanya menangani sekitar seperlima minyak dunia.

(wdh)

No more pages