Logo Bloomberg Technoz

Importir Minyak Tetap Bakal Bayar Mahal Meski Harga Brent Turun

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 April 2026 13:00

Tanker minyak./dok. Bloomberg
Tanker minyak./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas menilai importir minyak saat ini bakal menanggung premi tinggi, meskipun harga minyak mentah Brent di pasar berjangka sudah melandai di bawah US$100/barel, sebab harga minyak di pasar fisik masih tembus di level US$144/barel.

Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono menjelaskan pasar berjangka umumnya didominasi oleh spekulan, manajer investasi, dan pelaku hedging yang memperdagangkan kontrak kerat.

Sementara itu, pasar fisik hanya diisi oleh produsen minyak mentah dan konsumen akhir seperti perusahaan kilang.


Wahyu menyebut pada umumnya harga beli yang disepakati menggunakan formula harga acuan berjangka ditambah atau dikurangi selisih tertentu, yang dikenal sebagai differential berupa premi maupun diskon.

Untuk itu, Wahyu memprediksi saat ini importir minyak bakal dibebankan premi yang cukup tinggi, kendati harga minyak mentah di pasar berjangka sudah turun ke bawah US$100/barel.