Logo Bloomberg Technoz

Minyak Brent Drop 16%, tetapi Harga di Pasar Fisik Tembus US$144

Redaksi
08 April 2026 08:30

Crude storage./dok. Bloomberg
Crude storage./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga berjangka minyak Brent anjlok di bawah US$100/barel setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menghentikan kampanye militer Amerika-Israel sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran.

Harga berjangka Brent turun hingga 16% menjadi US$91,70/barel pada pembukaan hari ini, Rabu (8/4/2026).


Bagaimanapun, di pasar fisik, harga acuan terpenting dunia untuk barel minyak mentah di dunia nyata itu melonjak ke rekor tertinggi, menandakan bukti terbaru dari pasar minyak mentah global yang makin memperhitungkan pasokan yang makin langka setelah perang Iran.

Dated Brent, yang membantu menentukan nilai sebagian besar transaksi minyak dunia, mencapai US$144,42/barel pada Selasa, tertinggi sejak Platts, sebuah unit dari S&P Global Energy, pertama kali mulai menerbitkan ukuran tersebut pada 1987. 

Pergerakan harga Dated Brent./dok. Bloomberg