Awas, Gencatan AS-Iran Picu 'Super Backwardation' di Pasar Minyak
Azura Yumna Ramadani Purnama
08 April 2026 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memandang gencatan senjata yang tiba-tiba disepakati Amerika Serikat (AS)–Iran memicu fenomena super backwardation di pasar minyak mentah dunia, yakni harga di pasar berjangka (future) lebih rendah daripada harga di pasar fisik (dated).
Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono menyatakan harga minyak mentah Brent pada pembukaan hari ini turun menjadi sekitar US$91,7/barel, tetapi harga di pasar fisik yakni Dated Brent tercatat memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah di level US$144,42/barel.
Wahyu menduga kondisi tersebut terjadi karena terdapat kelangkaan stok mendadak atau permintaan yang sangat melonjak.
Dengan kata lain, pembeli merasa lebih berisiko jika tidak memiliki minyak mentah saat ini dibandingkan dengan menunggu beberapa bulan lagi.
Dia menjelaskan fenomena super backwardation dapat menunjukan bahwa pasar berjangka sudah tidak lagi mencerminkan nilai kelangkaan fisik yang sebenarnya, sehingga para spekulan di pasar berjangka dapat berekspektasi bahwa harga minyak akan turun dalam 3 hingga 6 bulan ke depan.


























