Harga Minyak Merosot Usai Trump Tunda Serangan ke Iran 2 Minggu
News
08 April 2026 06:45

Rong Wei Neo - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia merosot tajam hingga ke bawah level US$100 per barel setelah Iran sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk sementara waktu. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh hingga 19%, penurunan harian terbesar sejak 2020, ke posisi mendekati US$91 per barel. Sementara itu, Brent ditutup di kisaran US$109 pada perdagangan Selasa (7/4). Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui unggahannya di media sosial X menyatakan bahwa jalur aman di selat tersebut dapat dilalui melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan tetap "mempertimbangkan batasan teknis."
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata ini bergantung pada kesediaan Iran membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut demi "merampungkan kesepakatan secara menyeluruh". Laporan CNN menyebutkan bahwa Israel juga telah setuju untuk menangguhkan pemboman terhadap Iran selama pembicaraan berlangsung. Menurut laporan Axios, putaran pertama perundingan antara AS dan Iran dijadwalkan akan digelar di Islamabad pada Jumat mendatang.
Penutupan hampir total Selat Hormuz—jalur transit bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia—sebelumnya telah mengacaukan pasar energi. Meski anjlok hari ini, harga WTI tercatat masih naik sekitar 40% sejak konflik pecah pada akhir Februari. Berdasarkan estimasi pemerintah AS, hambatan pengiriman ini diperkirakan menyebabkan terhentinya produksi minyak hingga lebih dari 9 juta barel per hari dari produsen utama Timur Tengah selama bulan April.



























