Pasar bereaksi cepat sesaat setelah Trump mengumumkan keputusannya. Harga minyak mentah dunia langsung merosot dengan West Texas Intermediate (WTI) jatuh hingga 11% ke level di bawah US$101 per barel, setelah sempat menguat 0,5% pada sesi perdagangan yang volatil. Sementara itu, Brent ditutup pada kisaran US$109.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pejabat Iran mengenai kesediaan mereka untuk mengizinkan kapal komersial melintas dengan aman melalui selat tersebut. Detail mengenai kesepakatan potensial ini pun belum diungkap ke publik. Trump hanya menyebutkan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang ia deskripsikan sebagai "dasar yang layak untuk dinegosiasikan."
“Hampir semua poin yang sebelumnya menjadi sengketa telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memberikan waktu agar Perjanjian tersebut difinalisasi dan disempurnakan,” tambahnya.
Pernyataan terbaru Trump ini menunjukkan penurunan ketegangan yang drastis dibandingkan unggahan provokatifnya pada Selasa pagi. Sebelumnya, ia sempat memperingatkan bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah kembali lagi" jika Iran tidak menyerah. Ancaman tersebut memicu upaya diplomasi menit-menit terakhir oleh Pakistan untuk mengamankan kesepakatan.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan "berkembang dengan stabil, kuat, dan meyakinkan." Ia juga menyebut negaranya telah meminta Iran untuk "membuka Selat Hormuz selama periode korespondensi dua minggu sebagai bentuk itikad baik."
Meski ada harapan, banyak hal yang masih belum jelas mengenai apakah gencatan senjata ini akan bertahan. Belum diketahui juga sejauh mana Israel, yang selama ini menggempur berbagai target di Iran melalui koordinasi dengan AS, akan mematuhi kesepakatan ini.
Keputusan Trump untuk menahan diri—setidaknya untuk saat ini—menambah daftar panjang kasus di mana sang presiden menarik kembali ancamannya untuk memperluas daftar target militer ke infrastruktur sipil. Pada Maret lalu, ia memberikan waktu lima hari kepada Iran untuk membuka selat, lalu memperpanjangnya kembali selama 10 hari.
Pola tarik-ulur ini menjadi sangat dikenal di kalangan pengamat hingga memunculkan akronimnya sendiri: TACO, atau "Trump Always Chickens Out" (Nyali Trump Selalu Menciut).
(bbn)



























