Diperberat lagi sentimen negatif dari dalam negeri, kepercayaan pasar sedang diuji melintasi serangkaian kebijakan dan sikap yang diambil pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Maret 2026 tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Nilai defisit ini tercatat lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang Rp99,8 triliun, atau setara 0,41% terhadap PDB. Adapun pemerintah menetapkan batas atas defisit APBN 2026 sebesar 2,68% terhadap PDB.
Berikut harga saham bank besar berdasarkan data Bloomberg, Selasa (7/4/2026).
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 3,57% ke level Rp3.510
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 2,41% ke level Rp3.230
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 2,16% ke level Rp4.510
Penutupan Saham BBNI pada Selasa 7 April 2026 (Bloomberg) - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) amblas 4,55% ke level Rp294
- PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) amblas 4,42% ke level Rp540
- PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) amblas 3,51% ke level Rp110
- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) melemah 3,29% ke level Rp1.030
- PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) amblas 1,92% ke level Rp51
- PT KB Bank Tbk (BBKP) melemah 1,16% ke level Rp61
- PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) melemah 1,51% ke level Rp197
- PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) melemah 1,46% ke level Rp675
- PT China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) melemah 1,45% ke level Rp68
- PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) melemah 1,18% ke level Rp168
- PT Bank Panin Tbk (PNBN) melemah 1,06% ke level Rp935
- PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) melemah 0,94% ke level Rp105
- PT Bank Jatim Tbk (BJTM) melemah 0,88% ke level Rp565
- PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) melemah 0,79% ke level Rp125
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melemah 0,77% ke level Rp1.290
- PT Bank Permata Tbk (BNLI) melemah 0,71% ke level Rp2.830
- PT Bank INA Tbk (BINA) melemah 0,7% ke level Rp4.250
- PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melemah 0,67% ke level Rp1.480
- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) melemah 0,65% ke level Rp153
- PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) melemah 0,53% ke level Rp186
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melemah 0,39% ke level Rp2.560
Kebijakan pemerintah untuk mempertahan harga BBM bersubsidi memang dapat menjaga daya beli dan konsumsi domestik, akan tetapi di saat yang sama risikonya cukup besar dalam menambah beban anggaran jika harga minyak bertahan tinggi lebih lama. Selain itu, potensi gangguan pada jalur perdagangan serta rantai pasok juga memengaruhi kinerja neraca eksternal.
“Harga minyak mentah yang bertahan di level harga tinggi berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang dapat memperlebar defisit APBN,” mengutip Phintraco Sekuritas dalam riset terbarunya.
Dalam kondisi seperti ini, sentimen terhadap rupiah cenderung negatif dan membawa rupiah berada dalam tekanan. Kenaikan harga minyak global berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan seiring dengan meningkatnya angka impor energi.
Di saat yang sama, dolar AS terus menguat lantaran adanya ketidakstabilan geopolitik, membuat mata uang itu jadi aset safe haven. Dalam jangka pendek rupiah masih dan terus berisiko mengalami volatilitas yang lebih tinggi, jika arus modal masuk ke pasar domestik terganggu akibat sentimen dan tekanan yang ada.
(fad/aji)


























