Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak sideways terbatas dengan support 6.900–6.950 dan resistance 7.050–7.100.
“Ke depan, arah pasar masih dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah dan arus dana asing yang cenderung keluar, khususnya dari sektor perbankan,” papar BRI Danareksa.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah TAPG, TINS, dan RATU.
Menyitir Phintraco Sekuritas, investor berada pada posisi yang tidak menentu di antara mengharapkan adanya kesepakatan yang mengakhiri perang dan eskalasi signifikan yang membuat harga minyak mentah terus menguat.
Kabar terbaru, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan menegaskan kembali deadline hari Selasa (7/4/2026) setempat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebelumnya Iran mengatakan telah menolak proposal gencatan senjata yang berpotensi mengakhiri konflik AS–Iran.
Trump juga mengatakan bahwa Iran telah mengajukan proposal, namun tidak cukup baik. Pernyataan kedua negara tersebut membuat investor berada dalam ketidakpastian di tengah harapan akan adanya gencatan senjata.
Turun dalamnya beberapa saham yang masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, menambah sentimen negatif yang membebani IHSG.
“Investor menantikan kepastian gencatan senjata AS–Iran,” papar Phintraco.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah RAJA, RATU, DOOH, PSAB, dan HRTA.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, tertekannya nilai tukar rupiah, berlanjutnya aksi jual investor asing dan masih tingginya ketidakpastian konflik di Timur Tengah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.925–6.860 dan resistance 7.055–7.120,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham TINS, HRTA, PSAB, PTBA, ADRO, dan BUMI.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat terbatas seiring dengan kabar terkait dengan potensi terjadinya gencatan senjata, biarpun tensi masih tinggi antara keduanya, AS–Iran.
Sentimen negatif masih membayangi, hingga memperlambat laju IHSG seperti; investor asing masih outflow, rupiah melemah sudah mencapai level Rp17.000/US$, serta dampak dari High Concentration List yang dirilis oleh bursa yang banyak diisi oleh saham konglomerasi yang akan menjadi pemberat untuk IHSG nya.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG berpotensi untuk menguat secara terbatas,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ERAA, BREN, dan PGAS.
(fad)


























