Logo Bloomberg Technoz

Penerimaan Pajak Melonjak 20,7% Kuartal I-2026, PPN Paling Tinggi

Mis Fransiska Dewi
06 April 2026 16:52

Warga melakukan pelaporan SPT Pajak Penghasilan di Pojok Pajak di Treasury Office Tower, Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Warga melakukan pelaporan SPT Pajak Penghasilan di Pojok Pajak di Treasury Office Tower, Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak secara neto mencapai Rp394,8 triliun atau tumbuh 20,7% secara tahunan atau year on year (yoy).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, kontributor utama pertumbuhan tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tercatat Rp155,6 triliun atau melonjak hingga 57,7%. Kenaikan ini dinilai sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dan PPh Pasal 21 juga tercatat Rp61,3 triliun atau tumbuh 15,8%. Angka ini mencerminkan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat sekaligus peningkatan kinerja administrasi perpajakan.


Purbaya mengklaim tren kenaikan tersebut menjadi indikator adanya perbaikan aktivitas ekonomi nasional. Peningkatan ini juga mencerminkan semakin efektifnya implementasi sistem administrasi perpajakan berbasis digital yakni Coretax.

"Hal ini mencerminkan juga perbaikan aktivitas ekonomi, serta semakin efektifnya implementasi Coretax," kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).