Tercatat hanya ada penguatan 239 saham, dan sebanyak–banyaknya 425 saham terjadi pelemahan. Sisanya 149 saham stagnan.
Saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG pada perdagangan siang hari ini, pelemahan saham DSSA, SMMA hingga BYAN. Adapun saham konsumen primer, saham transportasi, dan saham infrastruktur melemah paling dalam, dengan masing–masing minus 1,39%, 1,36% dan juga 1,31%.
Saham–saham big caps lain turut jadi pemberat IHSG hingga menempati jajaran top losers:
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 20,82 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 19,64 poin
- Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 9,41 poin
- Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 5,04 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 3,73 poin
- Mora Telematika Indonesia (MORA) mengurangi 3,06 poin
- Bayan Resources (BYAN) mengurangi 2,39 poin
- Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 2,35 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengurangi 1,97 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 1,95 poin
Sentimen rilisnya High Shareholder Concentration List oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menunjukkan terdapat 9 emiten dengan konsentrasi kepemilikan paling tinggi termasuk saham DSSA dan saham BREN (memiliki market cap besar dalam IHSG), meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kualitas likuiditas dan kredibilitas pembentukan harga turut melengkapi pelemahan IHSG pada siang hari ini.
Di sisi lain, berdasarkan sumber Axios, disampaikan saat ini AS, Iran dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat–syarat untuk gencatan senjata potensial selama 45 hari.
“Sumber tersebut mengatakan peluang tercapainya kesepakatan parsial dalam 48 jam ke depan, kecil. Upaya ini dipandang sebagai kesempatan terakhir untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih besar,” terang Panin dalam risetnya siang hari ini.
Secara teknikal, menyitir riset Phintraco Sekuritas, pembentukan histogram positif pada MACD cenderung mengecil dan indikator Stochastic RSI berpotensi death cross di overbought area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 6.950 – 7.000 pada perdagangan Sesi II Senin,” analisis Phintraco.
(fad)






























