Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Melemah 0,79% pada Sesi I

Muhammad Julian Fadli
06 April 2026 13:05

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah usai kehilangan 0,79% di posisi 6.971 pada perdagangan Sesi I Senin (6/4/2026), amblasnya saham–saham big caps jadi sebab, terutama saham DSSA hingga saham BYAN.

Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terjerembab di tren pelemahan dengan penurunan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 7.009,2 sampai dengan terendah 6.934,88.

IHSG Penutupan Sesi I 6 April 2026 (Bloomberg)

Adapun tren bearish IHSG disebabkan oleh tensi geopolitik AS–Israel vs. Iran yang masih tinggi, setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka sepenuhnya, dengan ultimatum tersebut telah ditolak oleh pihak Iran, jelas Panin Sekuritas, Senin.


“Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian pasar, terutama terkait potensi gangguan pasokan energi global yang juga berimplikasi pada pelemahan nilai tukar rupiah,” papar Panin dalam risetnya.

Data Bursa Efek Indonesia memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp8,48 triliun dari sejumlah 17,75 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 1,04 juta kali jual–beli.