Dia setuju pemerintah memasukkan gerakan WFA ini sebagai salah satu dari delapan langkah Pemerintah merespons isu global.
“Dari delapan langkah tersebut tampak pemerintah memiliki visi untuk melindungi ketahanan energi di dalam negeri,” lanjut Bawono.
Meskipun tidak semua pekerjaan cocok untuk bekerja dari rumah, Bawono melihat WFH bisa menjadi langkah efektif apabila pekerjaan tersebut memungkinkan untuk dilakukan dari rumah.
“Jadi, bekerja dari rumah memiliki potensi untuk mengurangi konsumsi BBM kendaraan pribadi,” kata dia.
IEA merupakan organisasi antarpemerintah yang fokus mengamankan pasokan energi global, terutama minyak. Organisasi yang berpusat di Paris, Prancis, ini sudah merespons krisis energi sejak 2022 akibat perang Rusia dengan Ukraina.
Pada 18 Maret 2026, IEA memperbarui responsnya seiring meningkatkan eskalasi di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Melalui laporan berjudul “A 10-Point Plan to Cut Oil Use” IEA memberikan tahapan agar masyarakat dunia bisa resisten terhadap krisis energi.
Dalam laporan 18 halaman itu, IEA menyarankan karyawan untuk bekerja dari rumah (WFH) setidaknya tiga hari dalam seminggu. IEA menghitung WFH secara global bisa menghemat hingga 170 ribu barel minyak per hari. Jika dilakukan tiga hari, penghematannya bisa mencapai 500 ribu barel per hari.
Kedua, IEA mengimbau masyarakat dunia untuk membatasi perjalanan udara. Menurut IEA, pengurangan perjalanan udara bisa menekan permintaan bahan bakar.
Ketiga, IEA sampai menyarankan untuk melakukan kebiasaan berkendara secara eco-driving atau irit BBM. Kecepatan dalam berkendara pun diminta dibatasi hingga batas minimal 10 kilometer per jam. Penurunan batas kecepatan bisa menghemat 5-10 persen penggunaan BBM per mobil.
IEA pun menyarankan sampai ke hal-hal teknis seperti mengecek tekanan ban, mengoptimalkan penggunaan AC, dan mengajak orang lain berkendara bersama dalam satu mobil.
Rekomendasi lain dari IEA meliputi penambahan hari untuk kebijakan hari bebas kendaraan (car free day), pengetatan sistem ganjil-genap, hingga pemakaian transportasi umum.
“Saran IEA ini hampir semuanya diadopsi oleh Pemerintah melalui kebijakan delapan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi,” kata Bawono.
(red)



























