Di antara sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar. Nilai pembiayaan yang disalurkan ke sektor ini mencapai Rp13,25 triliun atau setara 42,18 persen dari total KUR yang telah disalurkan.
Fokus pada UMKM dan Sektor Produktif
Dominasi sektor pertanian dalam penyaluran KUR mencerminkan komitmen BRI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pembiayaan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa perseroan terus mengambil peran strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah. Fokus utama adalah memperkuat sektor UMKM yang berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja.
“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.
Pendekatan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga membantu pelaku UMKM untuk naik kelas. Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 213 ribu debitur KUR BRI berhasil mengalami peningkatan kapasitas usaha.
Jumlah tersebut setara dengan 22,23 persen dari total target debitur naik kelas yang ditetapkan pada tahun 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa program KUR tidak hanya berdampak pada akses pembiayaan, tetapi juga pada kualitas usaha.
Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI juga memastikan bahwa proses penyaluran dilakukan secara hati-hati. Prinsip kehati-hatian menjadi prioritas untuk menjaga kualitas kredit tetap baik.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi bagian penting dalam penyaluran KUR. Hal ini mengingat sumber dana KUR sepenuhnya berasal dari dana perbankan yang dihimpun dari masyarakat.
Dengan demikian, pengelolaan risiko menjadi aspek yang tidak terpisahkan dalam setiap proses penyaluran. BRI berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas kredit.
Dari sisi jangkauan, penyaluran KUR BRI juga menunjukkan peningkatan yang konsisten. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI.
Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jangkauan KUR berada di angka 18 rumah tangga per 100 rumah tangga, sementara pada 2024 berada di angka 17 rumah tangga.
Peningkatan jangkauan ini mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Hal ini menjadi indikator penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
BRI terus memperluas jangkauan penyaluran KUR ke berbagai daerah, termasuk wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat pemerataan ekonomi.
Ke depan, BRI optimistis penyaluran KUR akan terus meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan pembiayaan dari sektor UMKM. Peran perbankan menjadi semakin penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan strategi yang terarah dan komitmen yang kuat, BRI terus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak pembiayaan UMKM. Penyaluran KUR menjadi salah satu instrumen utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(tim)





























