Logo Bloomberg Technoz

Saham Emiten Emas Melesat Usai Harga LM Tembus US$4.700

Muhammad Julian Fadli
01 April 2026 15:15

Karyawan menunjukkan emas imitasi di salah satu butik emas Antam di Jakarta, Jumat (2/2/2022). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menunjukkan emas imitasi di salah satu butik emas Antam di Jakarta, Jumat (2/2/2022). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Siang hari ini, Rabu (1/4/2026), lonjakan harga emas dunia terus berlanjut, harganya menembus US$4.700/troy ons. Terlebih lagi, secara teknikal harga emas berpotensi menuju harga US$4.800 hingga US$5.300/troy ons, dengan sejumlah katalis dan sentimen yang memengaruhinya.

Salah satu sentimen yang jadi pendorong menguatnya harga emas datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak akan berada di Iran terlalu lama lagi, seraya menyebut jalur perairan Selat Hormuz bakal terbuka “secara otomatis” setelah AS pergi.

Emas Melesat Sepanjang Hari Ini (Bloomberg)

Donald Trump akan menyudahi perang dengan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Ia menyatakan AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya dan akan menyerahkan penyelesaian krisis Selat Hormuz kepada negara–negara lain.


Mencermati lebih lanjut, menguatnya harga emas dunia ini berhubungan positif dengan laju harga saham emiten emas dan juga pada laporan keuangannya yang terapresiasi.

Lantas bagaimana saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia? Apakah ikut terangkat seiring lesatan harga emas dunia?