Ilmuwan China Kembangkan Teknologi Simpan Data Pakai DNA
Merinda Faradianti
31 March 2026 15:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ilmuwan China saat ini tengah mengembangkan teknologi penyimpanan data atau storage yang diklaim mampu menampung miliaran lagu, foto, hingga berkas digital lainnya dalam ukuran ringkas.
Dalam laporan Live Science, teknologi DNA Cassette Tape ini hadir dengan pita plastik panjang yang dilapisi DNA sintetis yang bisa menyimpan data digital. DNA Cassette Tape sendiri telah dipublikasi sejak September 2025 lalu, dimana satu kilometer pita DNA dapat menyimpan 362.000 terabyte (TB) data. Angka tersebut setara dengan 60 miliar foto beresolusi tinggi.
Para peneliti berharap rekaman DNA mereka dapat menawarkan solusi untuk proliferasi data digital, yang telah diperburuk secara besar-besaran oleh ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sebagai referensi, laptop sering dikirimkan dengan penyimpanan antara 0,5 dan 2TB, sementara smartphone biasanya memiliki minimal 128GB atau 256GB.
“DNA memiliki potensi menjadi media penyimpanan informasi generasi berikutnya karena kepadatan penyimpanan yang tinggi,” tulis peneliti dalam laporan tersebut.
Cara kerjanya, setiap bagian pita dicetak dengan kode batang yang menunjukkan file mana yang disimpan. Kamera pada mesin seperti pemutar kaset kemudian memindai rekaman saat bergerak di antara dua rol nya, menemukan file dan melepaskan DNA. Sehingga, DNA dapat diurutkan, dan urutan basa itu dapat diterjemahkan ke dalam kode file.
Para peneliti memanfaatkan prinsip serupa dengan menerjemahkan data digital berbasis angka biner (0 dan 1) ke dalam urutan basa DNA buatan. DNA sintetis tersebut kemudian dicetak dan ditempelkan pada pita plastik sepanjang sekitar 100 meter, dan pita sepanjang ini disebut dapat menyimpan hingga sekitar 3 miliar lagu.
Pita DNA ini dapat dimasukkan ke dalam perangkat pembaca yang bentuk dan mekanismenya menyerupai pemutar kaset (cassette tape) lawas. Pemutar kaset ini disebut mampu memindai pita, menemukan lokasi berkas atau file tertentu berdasarkan barcode, lalu mengekstraksi DNA file di bagian tersebut. Setelah DNA file dilepaskan, urutan basanya akan dibaca melalui proses berurut atau sequencing dan diterjemahkan kembali menjadi data digital asli, seperti gambar, dokumen, atau berkas audio.
DNA bisa mempertahankan bentuknya selama berabad-abad, dan para peneliti menemukan bahwa pita mereka dapat menyimpan data selama lebih dari 345 tahun pada suhu kamar, atau sekitar 20.000 tahun pada 32 derajat Fahrenheit atau setara 0 derajat Celcius. Bahkan jika terjadi kerusakan, pita DNA dapat diperbaiki menggunakan pita perekat transparan.
Selain mengidentifikasi dan mengekstraksi untaian DNA yang sesuai dengan file tertentu, pembaca dapat merangkum untaian DNA baru dalam MOF dan menyimpannya ke dalam pita. Itu juga dapat secara mandiri mendeteksi ketika untaian DNA berada di bagian kode batang yang salah dan memindahkannya ke yang benar.
Namun, tantangan masih tetap ada. Tantangannya adalah sintesis DNA sebenarnya masih mahal dan memakan waktu, serta membutuhkan peralatan yang besar. Ditambah lagi, proses memulihkan satu file dari kaset membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Oleh karena itu, dalam keadaan saat ini, pemutar kaset DNA tidak menawarkan metode yang layak untuk mengarsipkan data digital.
































